dipanggilnya saya CanCer.. lelakiku
karna saya memang seorang cancer..
cancer di bulan Juli..
haha..
beberapa kali kami berdebat tentang ketidakcocokan hal itu
sang cancer dan sang aqua..
berkata lah dia, lelakiku
bahwa kepiting itu butuh air..
kepiting dan air..
bukan jalannya kepiting tanpa air..
lelakiku..
mungkin kamu benar..
kepiting butuh air..
sang cancer begitu butuh sang aqua..
tapi apa tak terpikir oleh mu?
bahwa apakah air butuh kepiting?
tapi ku tau, lelakiku
bahwa kamu menyayangiku
::saat ku tau aku CanCer mu
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
BERITA_wongANteng
SEO
theproperty-developer
"mungkinkah jika aku bermimpi
salahkah tuk menanti
takkan lelah aku menanti
takkan hilang cintaku ini
hingga saat kau tak kembali
kan ku kenang di hati saja"
mengalun sebuah irama lagu dari mu, lelakiku
mungkin suara itu tak semerdu penyanyi asli sang lagu
juga mungkin lagu ini bukan kamu tujukan untukku
tapi mendengarmu bernyanyi, berbicara
hanya mendengar suaramu saja
itu sudah lebih dari cukup bagiku saat ini
aku kan menanti hingga saat itu tiba
saat kita kan bertemu
saat kita dapat bersama
dan kan kujaga rasa ini hanya untukmu, lelakiku
mulai dari 58hari yang lalu..
saat ini...
juga esok dan ku harap selamanya
percaya padaku..
hanya itu yg kupinta
saat kita tak dapat bergandeng tangan
saat kita tak dapat berpeluk mesra
::saat malam dimana kulalui bersama suaramu
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Putih. Benderang. Silau. Entah dimana ini, ku tak tau. Hanya putih dan sinar melebihi sinar mentari.
Mengapa kamu bunuh diri? Seseorang bertanya mengejutkanku. Entahlah, tapi saya rasa saya tidak pernah bunuh diri. Memangnya aku bodoh membunuh diri ku sendiri? dan aku pun tak pernah ingat kalau aku bunuh diri. Tersenyum lelaki itu menjawab. Bukankah kamu pernah membatin ingin mati saja? Tertegun ku mendengarnya. Memang saya pernah membatin, tapi saya tidak pernah benar-benar membunuh diri saya sendiri, dan siapa bapak ini? Kenapa bisa tau apa isi hati saya?. Tersenyum lagi lelaki itu mendengar pertanyaanku, entah apa yang membuat itu lucu. Mengapa kamu berpikir untuk mati saja?. Karna saya merasa tak ada lagi yang menyayangi saya. Tak ada lagi yang benar-benar tulus pada saya. Kujawab dengan apa yang ku rasa. Benarkah itu?lalu bagaimana dengan orang-orang disekitar mu bila kamu tiada?. Kukenang kembali semua. Rumah ku. Orangtua ku. Saudara-saudara ku. Teman ku. Juga Dia, lelaki ku. Orang-orang yang ku sayang. Benar, bagaimana dengan orangtua ku?yang mengenalku sejak aku bayi?. Juga saudara-saudara ku yang begitu benar-benar ku sayangi?. Terlebih lagi Dia dan teman-teman ku. Apa mereka semua akan bersedih bila aku mati?. Sebenarnya dimana ini, Pak? Tanya ku setelah tertegun lama. Dimana pun kamu inginkan, Nak. Tersenyum lagi lelaki itu. Senyum yang menyejukkan. Untuk hati yang sekelam hati ku, senyum dan suara lelaki itu benar-benar menyejukkan.
Terbangun tiba-tiba. Mendapati orang-orang yang ku sayang mengelilingiku, menangis juga cemas dan khawatir. Belum sedetik, ibu menangis mencium wajahku. Memelukku. Berkata padaku. Entah apa. Aku tak mengerti. Mereka bergantian memlukku. Mengucap syukur pada Tuhan yang mengembalikan ku. Menetes pula air mata ku. Bersyukur pada Tuhan yang memberi ku jalan. Juga membuka hati ku. Membuatku sadar. Bahwa mereka menyayangi ku.
Mengapa kamu bunuh diri? Seseorang bertanya mengejutkanku. Entahlah, tapi saya rasa saya tidak pernah bunuh diri. Memangnya aku bodoh membunuh diri ku sendiri? dan aku pun tak pernah ingat kalau aku bunuh diri. Tersenyum lelaki itu menjawab. Bukankah kamu pernah membatin ingin mati saja? Tertegun ku mendengarnya. Memang saya pernah membatin, tapi saya tidak pernah benar-benar membunuh diri saya sendiri, dan siapa bapak ini? Kenapa bisa tau apa isi hati saya?. Tersenyum lagi lelaki itu mendengar pertanyaanku, entah apa yang membuat itu lucu. Mengapa kamu berpikir untuk mati saja?. Karna saya merasa tak ada lagi yang menyayangi saya. Tak ada lagi yang benar-benar tulus pada saya. Kujawab dengan apa yang ku rasa. Benarkah itu?lalu bagaimana dengan orang-orang disekitar mu bila kamu tiada?. Kukenang kembali semua. Rumah ku. Orangtua ku. Saudara-saudara ku. Teman ku. Juga Dia, lelaki ku. Orang-orang yang ku sayang. Benar, bagaimana dengan orangtua ku?yang mengenalku sejak aku bayi?. Juga saudara-saudara ku yang begitu benar-benar ku sayangi?. Terlebih lagi Dia dan teman-teman ku. Apa mereka semua akan bersedih bila aku mati?. Sebenarnya dimana ini, Pak? Tanya ku setelah tertegun lama. Dimana pun kamu inginkan, Nak. Tersenyum lagi lelaki itu. Senyum yang menyejukkan. Untuk hati yang sekelam hati ku, senyum dan suara lelaki itu benar-benar menyejukkan.
Terbangun tiba-tiba. Mendapati orang-orang yang ku sayang mengelilingiku, menangis juga cemas dan khawatir. Belum sedetik, ibu menangis mencium wajahku. Memelukku. Berkata padaku. Entah apa. Aku tak mengerti. Mereka bergantian memlukku. Mengucap syukur pada Tuhan yang mengembalikan ku. Menetes pula air mata ku. Bersyukur pada Tuhan yang memberi ku jalan. Juga membuka hati ku. Membuatku sadar. Bahwa mereka menyayangi ku.
:: hanya cerita
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
langit
beri tau aku apa yang salah pada ku
hingga dirinya bosan padaku
hujan
wakilkan tangisku
saat dirinya pergi dariku
angin
bergemuruh seperti suara ku
yang tak mampu menahan dirinya
::introspeksi
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
beri tau aku apa yang salah pada ku
hingga dirinya bosan padaku
hujan
wakilkan tangisku
saat dirinya pergi dariku
angin
bergemuruh seperti suara ku
yang tak mampu menahan dirinya
::introspeksi
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
halaman kosong terpapar, terbentang menantang tuk diberi sesuatu. berteriak tuk diisi. diisi entah apa
cerita, lukisan, atau sekedar coret anak-anak
meminta tuk tak dicampakkan, ingin diperhatikan.
diberi cerita, lukisan, atau sekedar coret anak-anak
mungkin seperti itu diriku. seperti halaman yang kosong, dan ingin diperhatikan
bukan hanya dilihat, tapi diperhatikan. diisi. diisi entah apa.
cinta, kasih, sayang, canda, atau tawa
::terima kasih tlah isi malam-malamku
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
cerita, lukisan, atau sekedar coret anak-anak
meminta tuk tak dicampakkan, ingin diperhatikan.
diberi cerita, lukisan, atau sekedar coret anak-anak
mungkin seperti itu diriku. seperti halaman yang kosong, dan ingin diperhatikan
bukan hanya dilihat, tapi diperhatikan. diisi. diisi entah apa.
cinta, kasih, sayang, canda, atau tawa
::terima kasih tlah isi malam-malamku
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Langganan:
Postingan (Atom)